Berdamai Dengan Keadaan

Maret 18, 2015

Sore tadi, saya sempat bertemu dengan salah satu teman. Dia bilang, kalau di sekolahnya butuh guru selama 3 bulan untuk mengganti partner kerjanya yang lagi sakit.

Sebuah kesempatan....
Teman saya itu bahkan sudah brrkali kali menawari saya untuk mengajar. Entah karena dia tau latar belakang pendidikan saya, atau merasa kasihan lihat saya lontang lantung tiap sore di jalanan.

Dulu.....dulu... sekali, setiap dapat tawaran mengajar, hati saya selalu deg deg an. Saya ingin berlari menangkapnya, mengejar, dan bahkan mendekap kesempatan itu agar tidak lari.
Sayangnya, berkali kali datang tawaran, hanya lewat begitu saja. Berlalu dan meninggalkan luka yang sangat perih di hati.

Saya tidak butuh gaji, tidak butuh atribut pegawai negeri, saya hanya butuh belajar. Belajar dari anak anak, belajar dari sekolahn, belajar mengaktualisasi kan diri.

Tapi hari ini, saat tawaran itu menyapaku kembali, pelan pelan saya mencoba meraba hati. Rasa sakit itu ternyata sudah berlalu pergi. Rasa perih yang dulu menghinggapi ternyata tak lagi ada di sini.

Mungkin.......
Saya sudah berdamai dengan keadaan.
Mungkin.......
Saya sudah bisa menerima kenyataan.
Mungkin......
Sekarang saya sudah punya tempat belajar yang nyaman.
Tak perlu mengajar, tak perlu jauh jauh pergi ke sekolahan. Karena di rumah pun saya bisa belajar.

~ setelah 8 tahun berlalu ~

You Might Also Like

0 komentar

terima kasih sudah komentar di blog ini. komentar insya Allah akan saya balas. Atau kunjungan balik ke blognya masing masing :)

Popular Posts

I'm Member Of

I'm Member Of

I'm Member Of

I'm Member Of