Pacaran Nggak Pacaran Itu Tetap Jodoh (#NulisRandom2015) Day 10

Juni 11, 2015




Untuk mengisi tantangan #NulisRandom2015 … Eh, ini hari keberapa ya??? Sampai lupa udah berapa hari. Ketahuan kalau nulisnya bolong-bolong. Hehe…

Hari ini saya mau cerita aja nih, dengerin ya…


Beberapa tahun yang lalu, seorang laki-laki, sebut saja cowok. Sedang duduk-duduk di bawah pohon cerry depan sebuah warung makan. Wajahnya resah, alisnya bertaut. Seorang wanita sebaya duduk membelakanginya. Bisa disebut sebagai pasangan kekasih. Atau lebih tepatnya pasangan yang sedang berantem.

Di dalam sebuah warung, duduklah seorang perempuan, sebuat saja cewek. Sedang duduk berhadapan  dengan seorang pria yang ia sebut sebagai pacarnya. Sambil mendengarkan celotehan  sang pacar, cewek itu diam-diam memperhatikan pasangan di bawah pohon cherry. Senyumnya mengembang, sesekali ia menyeruput teh botol di hadapannya.

“Lihat,deh….tuh cowok kayaknya lagi marahan sama pacarnya?” Tunjuk cewek itu pada pasangan di bawah pohon cherry.

Pacarnya menoleh,. Tersenyum. Tidak mau ambil pusing dengan urusan orang lain, akhirnya ia pun melambaikan tangan di hadapan pacarnya.

“ Mau berantem atau nggak berantem itu bukan urusan kita.” Ia berujar.

Pria itu lantas bercerita tentang hal lain. Tentang bosnya yang galak, partner kerjanya yang lemot dan minta ribut mulu, tentang pekerjaannya yang begitu menyita waktu sampai tidak bisa mengajak bertemu sering-sering.

Cewek di depan warung itu mendengarkan dengan penuh perhatian, sesekali tersenyum ketika pacarnya menceritakan hal-hal yang lucu. Sesekali wajahnya cemberut ikut prihatin jika ada hal yang menyedihkan dari cerita kekasihnya. Mereka berdua ngobrol, sambil menikmati sebotol teh sampai petang menjelang.

Pasangan di bawah pohon cherry itu masih terlihat murung, si cowok berbicara dengan menggebu gebu, sedangkan pasagannya hanya menyilangkan tangan di depan dada. Si cowok berusaha meraih tangan kekasihnya, memohon maaf. Tapi wanita di depannya tetap cemberut. Nampak seperti sebuah adegan di dalam sinetron-sinetron.

Sejak peritiwa di warung makan itu, si cewek melanjutkan hidupnya seperti biasa. Masih tetap memakai seragam putih abu-abu tiap hari, dan masih berkutat dengan PR-PR sekolah yang menyebalkan. Seperti halnya pasangan yang lagi pacaran, ia sesekali bertemu dengan pacarnya. Menikmati teh botol di warung langganan sambil bercerita banyak hal.

Sedangkan cowok di bawah pohon cherry pun juga demikian, melanjutkan studinya ke kota lain. Kadang pulang hanya untuk menemui kekasihnya. Kadang mereka bertemu, mengumbar senyum, kadang mereka berantem ngambek-ngambekan. Tidak banyak yang berubah. Keempat manusia itu memiliki urusan masing masing dan mengurusi urusan nya sendiri-sendiri.

Tapi suatu ketika, Allah menurunkan masalah yang sama pada kedua pasangan itu meski berada di tempat yang berbeda.

Si cowok, di sambit ditawari bapak kekasihnya untuk segera menikah. Seketika, cowok itu bingung. Bagaimana bisa ia menikah, sementara kuliahnya belum selesai? Dalam hatinya, munculah pergolakan batin yang luar biasa. Ia bimbang untuk memilih. Antara cinta atau cita-cita?

Si cewek pun dihadapkan dengan hal yang sama. Ketika dihadapkan dengan dua pilihan, menikah atau sekolah, cewek itu lebih memilih untuk kabur…..#kabur meninggalkan pacarnya.

4 tahun sejak peristiwa itu, entah karena sebab apa, si cewek di dalam warung dan cowok di bawah pohon cerry itu memutuskan untuk menikah. Mereka akhirnya bertemu, mengikat cinta suci dalam hubungan yang lebih layak. Semua itu hanya karena mempertahankan satu hal. Karena apa???? Cita-cita. Bukan cita citata

Kalau kata Tere liya, dikatakan atau nggak dikatakan itu tetap cinta. Tapi sulis sha bilang, pacaran atau nggak pacaran itu tetap jodoh.

Jadi, jika pacarmu tiba-tiba pergi melayang entah kamana, ikhlaskanlah. Jika tiba-tiba pacarmu direbut sama teman kamu sendiri, nggak usah berantem sampai bawa-bawa golok segala. Jika pacarmu selingkuh, nggak usah ribut ceburin aja ke laut. Kelak, jika sudah waktunya bertemu, jodoh pasti akan bertemu #nyanyi afgan


Mau kamu nungging-nungging, muter muter, berantem sama mak nyak gara-gara pacarmu, nggak akan ada gunanya. Kalau nggak jodoh nggak akan bersatu. Mau kamu nahan kentut sampe muka biru ijo biar pacarmu nggak kabur, kalau jodoh dia akan dateng nyamperin kentutmu. Niatkan satu hal; cita-cita.


Sekarang, kamu fikir itu jodohmu, solmet gitu…tapi jika Allah tidak menjodohkan, mau nungguin sampai liga Indonesia ikut piala Oscar juga nggak bakalan bersatu#eh. Teruslah berdoa," Allah, jika jodoh dekatkanlah, jika bukan jodohku jauhkanlah." Jika kamu cewek, berdoalah untuk jodohmu, "Allah dimanapun ia berada jadikanlah ia lelaki yang sholeh." Untuk cowok sebaliknya, ati ati jangan kebalik. Untuk para orang tua, berdoalah kelak anak-anak kita mendapatkan jodoh yang layak di hadapan Allah.

Udah ah ngomongnya, lama-lama kok saya jadi kayak mama dedeh ya…#krubutan gamis

Jadi intinya…#sst….udah udah…
Eh, kamu penasaran kan siapa yang saya certain tadi. Atau kamu malah udah tau itu siapa. Atau….kamu udah kenal tapi remang-remang, antara merem dan terang? Kalau penasaran, ini nih tak kasih contekannya. Eh, maksudnya fotonya….


foto cowok kurus dan cewek langsing hahaha




Buat siapa saja yang baca tulisan ini dan percaya bahwa jodoh itu tidak di tentukan oleh pacaran, tapi ditentukan oleh takdir tuhan, mulai detik ini juga silahkan bilang “putus” ke pacarnya masing–masing #disambit barisan patah hati.

You Might Also Like

2 komentar

  1. Wow ceritanya berakhir bahagia. Balasan cinta & jodoh memang diluar kuasa kita, nyantai aja. Yang mau pergi silakan pergi, yang mau datang jangan langsung disuruh datang, tapi dicek kelayakannya dulu. Hehehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. (((( dicek kelayakannya dulu? )))) kayak motor ya, hahhaa

      Hapus

terima kasih sudah komentar di blog ini. komentar insya Allah akan saya balas. Atau kunjungan balik ke blognya masing masing :)

Popular Posts

I'm Member Of

I'm Member Of

I'm Member Of

I'm Member Of