Rahasia Batu-Batu Kecil

Februari 24, 2017



Buku ini dipinjam anakku di perpustakaan sekolahnya. Buku terbitan tahun 2000. 
Bukunya tipis banget. Makanya, saya pun jadi tertarik untuk ngintip-ngintip isinya.
Rahasia Batu-Batu kecil
Bercerita tentang ibu guru Zahra, yang sedang menyampaikan Qs. Al-Lukman ayat 31.
Yang isinya:
Kami peerintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada dua orang tua ibu-bapaknya. Ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Berterima kasihlah kepada-Ku dan kepada kedua orang Ibu-bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kamu kembali.

Dari ayat yang dijelaskan bu Zahra tersebut, seorang siswanya bertanya, “Emang benar ya, waktu ibu mengandung itu semakin hari semakin lemah?

Tanpa dijawab macam-macam, ibu Zahra justru meminta murid-muridnya untuk mengumpulkan batu kerikil. Lalu mereka menimbang kerikil itu tidak lebih dari 3 kg. Lalu, bu Zahra meminta mereka mengangkat batu kerikil itu beberapa waktu. Hasilnya, meskipun pada awalnya mereka merasa senang mengangkat batu-batu itu, akhirnya mereka menyerah. Berat. Tidak kuat.

Nah, mengangkat batu kerikil ini diibaratkan mengandung. Ibu mengandung selama Sembilan bulan. Membawa bayi kira-kira seberat itu ke mana-mana. bisa dibayangkan bagaimana capeknya kan?

Rahasia pengurangan yang bertambah
Di bagian dua, cerita bu guru Zahra masih berlanjut. Kenapa di dunia ini ada orang yang mati, tapi manusia di bumi tidak habis?
Karenaaaa…meskipun ada yang mati, ternyata ada juga yang lahir. Jadi manusia di dunia tetap seimbang. Bahkan malah bertambah banyak.
Masih menjawab pertanyaan murid. Kenapa ibu-ibu masih mau saja mengandung meskipun berat? Tidak kapok juga melahirkan?
Biasanya, selain karena menghasilkan keturunan juga karena agama. Bagi ibu yang mengandung dan melahirkan, pahalanya sama dengan berjihad. Dan bagi siapa yang bisa mendidik anaknya dengan baik, maka hadiahnya adalah pahala.

Rahasia taman bunga

Di bagian tiga, Masih sambungan cerita yang bagian dua. 
Seperti halnya sebuah taman bunga. Taman bunga itu, jika dirawat dengan baik, maka hasilnya pun akan menjadi taman yang bagus. Jika taman tidak dirawat, hasilnya pun jadi jelek.

Taman bunga itu diibaratkan anak, dan pemilik taman adalah orang tua. Orang tua harus menjadikan tamannya indah, bagus. Jika tamannya bagus, tentu saja indah dipandang mata. Menyejukkan hati dan mendamaikan jiwa.

Tapi dalam kehidupan orang tua dan anak. Jika anaknya baik, maka orang tua pun akan mendapatkan hadiah terbaik dari allah. Berupa pahala yang terus mengalir sampai orang tua tiada di dunia.

Buku tipis, tapi sarat makna. Menurutku bagus banget. Nggak neko-neko, dan tepat sasaran. sayangnya, ini buku lama, jadi nggak bisa beli. Hehe..tapi, untungnya masih bisa baca.

You Might Also Like

0 komentar

terima kasih sudah komentar di blog ini. komentar insya Allah akan saya balas. Atau kunjungan balik ke blognya masing masing :)

Popular Posts

I'm Member Of

I'm Member Of

I'm Member Of

I'm Member Of