Nggak Mau Nyanyi Garuda Pancasila

Mei 12, 2017


Keluarga suami termasuk keluarga baik-baik. Maksudnya baik-baik itu, segala tindak tanduk semua harus sopan. Sopan ngomong sama orang yang lebih tua, nggak boleh ngomong kasar, nggak boleh mengumpat apalagi berkata-kata jorok. Makanya, meskipun saya nggak tinggal dekat dengan keluarga ayahnya, saya tetap ngajari anak untuk ngomong sopan. Biar kalau pulang kampung, omongannya tetep kalem kayak emaknya( ehem...). Kan nggak lucu ya, kalau pas pulang kampung anakku ngomong eloh eloh guweh sama mbah-mbahnya. Malu dong sayanya.... meskipun tinggalnya di kota tetap perilaku harus desa#ini prinsip. Apalagi kalau sudah menyangkut urusan kesopanan. Warga desa tempat saya dan suami dilahirkan kayaknya udah top kesopanannya. Jadi nggak perlu dihilangkan dari dalam diri ini(uhuk)

Itu sebabnya, dari keciiiiiil banget, bocah udah kuajari ngomong sopan. Kalau ada anak yang main ke rumah, trus ngomong jorok, kasar, biasanya saya tegur. Apalagi kalau ngomongnya pakai adegan lirikan mata tajam sambil mulutnya monyong-monyong kayak nenek lampir, mirip adegan-adegan sinetron ibu tiri jahat, pasti sudah ku semprit.

Biasanya, anak-anak itu sering banget niru adegan di sinetron-sinetron yang ngomongnya jahat gitu. Tapi nggak semua anak juga sih, ada anak yang ngomongnya masih lempeng aja. Saya paling sebel kalau ada anak kecil yang ngomongnya pakai eloh eloh gueh. Bukannya kenapa kenapa sih, kadang ngomong eloh guehnya itu lho....lebayun banget. Jadinya kesannya gimanaaaa gitu...

Nah, waktu si kakak masih TK, ceritanya dia disuruh nyanyi sama ibu gurunya di depan kelas. dengan bangga dan berani, doi berdiri di depan teman-temannya. Lalu ibu gurunya ngasih aba-aba untuk nyanyi Garuda Pancasila. Lirik lagunya kebetulan dia sudah hafal. Tapi saat sampai lirik, Patriot proklamasi, Sedia berkorban untukmu... 

Kemudian dia diem. Coba dibantuin ibu gurunya, tapi tetep dia nggak mau lanjutin nyanyi. Sampai kemudian ibu gurunya nyamperin trus nanya,

"Shasha lupa liriknya, ya?" kata Bu gurunya.

Dia menggeleng.

"Trus, kenapa nggak lanjutin nyanyinya?"

"Kata Bunda, aku nggak boleh ngomong dasar, nggak sopan!" Bocahnya menunduk lesu.

Spontan ibu gurunya tertawa. waktu cerita ke saya pun gurunya masih senyum-senyum. Dia tetep nggak mau nyanyi Garuda Pancasila sebelum saya bilang boleh ngomong dasar. Karena waktu itu, memang anak-anak lagi seneng ngumpat dengan kata " Dasar ". Jadi dia kularang untuk ikut-ikutan.

Pernah saya lihat anak-anak kecil lagi main, trus diantara mereka ada yang ngomong, "Dasar lo...! Bego!" Aih....kedengarannya jadi gimanaaaaa gitu lho...Anak-anak kecil seumuran anak TK ngomongnya seperti itu.

Sampai sekarang pun saya juga nggak berani ngomong kasar seperti itu. Sekesel-keselnya saya, nggak berani ngucapin kalimat itu. Takut tiba-tiba berubah jadi batu. Apalagi, kalau udah keluar pakai kerudung. Ngomong bego, goblok, tolol, dan sebangsanya itu kok kayak nggak pernah makan kurma ya#eh

Sampai sekarang anakku masih ragu-ragu kalau mau nyanyi Garuda Pancasila. Apalagi kalau pas mau ngucapin, Pancasila dasar negara.... Pasti dia mikir-mikir dulu. Atau kalau nggak kepepet banget, ya nggak mau nyanyi lagu Garuda Pancasila. 





You Might Also Like

0 komentar

terima kasih sudah komentar di blog ini. komentar insya Allah akan saya balas. Atau kunjungan balik ke blognya masing masing :)

Popular Posts

I'm Member Of

I'm Member Of

I'm Member Of

I'm Member Of