Langsung ke konten utama

Kebersamaan.....


Setiap hari shasha selalu bawa bekal makan siang ke sekolah. Setelah sebelumnya ikut catering dan kadang suka nggak cocok sama lauknya, akhirnya dia minta bunda sendiri yang masak untuk makan siangnya.

Setiap sore sepulang dia dari sekolah, biasanya langsung saya cek bekal wadah makan siangnya. Ngecek apakah makanannya sisa atau nggak, atau sekedar mencari inspirasi untuk bekal besok, atau sekedar ngomelin dia karena sayurnya masih utuh :D

Anehnya, hampir setiap pulang, di wadahnya itu selalu saja saya temukan sisa sisa makanan yang bukan bekal makan siang Shasha yang sudah saya siapkan.

Misalkan, saya sediain dia makan dengan menu ayam plus cap cay, tapi pas pulang pulang malah bawa sisa mie instan goreng sama sayuran.
Saya bawain dia menu ikan tuna, eh malah dia pulang bawa tulang paha ayam.
Saya sediain makan pakai tempe goreng, pulang pulang malah bawa duri ikan lele...
dan lainnya dan lainnya.....
Hampir tiap hari seperti itu dan seringnya memang begitu.

Saat kutanya kenapa seperti itu, dia menjawab, katanya di sekolah memang sering sekali makanannya tukeran. Nggak cuma sama teman sebangku saja tapi juga teman sekelas.

Saya langsung ngeri ngebayanginnya. Bagaimana kalau pas ternyata ada anak yang lagi flu atau batuk. Atau mungkin sedang sakit. Jangankan tukeran makan, lha wong cuma berada di dalam ruangan yang sama saja bisa menular.

Menurut ceritanya, kalau makan itu selalu cek sana sini dulu lauk teman yang lain. Ada yang suka langsung comot...atau ya itu tadi, tukeran lauk. Seru katanya......apalagi kalau ada yang bawa mi instan, pasti bakalan rebutan.

Makanan paling primadona di kelas katanya mie instan dan spaghetti ( pokoknya nggak jauh jauh dari mie )

"tukeran makanan, makan rame rame, nyolek bekel temen itu emang seru. seru banget......tapi ketahuilah kak, hal seperti itu akan membuat virus dan bakteri bisa menyebar dengan cepat " Saya berusaha menjelaskan pada Shasha.

" tapi kalau nggak tukeran, makan jadi nggak rame..." Shasha berkilah.

" nanti kalau nggak tukeran, pasti di bilang pelit...." katanya lagi.

berbagi......

kebersamaan.......

Hal yang membuat orang bahagia. Rame rame itu seru ( kecuali untuk yang nulis post ini ). Apalagi kalau tuker tukeran....

Jaman sma dulu, bunda juga seneng banget tuker tukeran baju. Malah sengaja, kalau beli baju bertiga dan belinya beda beda. Nanti pakainya pun secara bergilir. malah kadang ada jadwal khususnya.
Seru memang....tapi sejak bunda jadi ibu, dan sering baca artikel tentang kesehatan, bunda jadi insyaf tukeran baju, apalagi makan rame rame, minum rame rame, pakai alat makan ganti gantian.

Susah memang kalau mau menghilangkan budaya “rame rame” seperti itu. Jangankan anak kecil, lha wong yang sudah bapak bapak aja kalau habis futsal kelakuaannya ngalahin anak anak kalau makan bareng bareng.

Tapi tetap, sebagai ibu, bunda harus waspada dengan budaya “ rame rame “ itu. Menurut para pakar kesehatan, menggunakan baju secara bergantian, atau bergabung alat makan dengan orang lain itu bisa beresiko tinggi menularkan penyakit. Nggak perlu mikir penyakit yang berat berat semacam aids.  Penyakit penyakit ringan seperti flu, batuk,  panu, kudis, sangat sangat mungkin menular hanya lewat baju yang yang dipakai bergantian.  

Kakak….

oke, bunda tau makan bareng itu nikmat. Tapi kakak harus tau, bagaimana cara berbagi yang benar.
Ingat aturannya :

Satu, jangan sekali kali makan dari bekas orang lain. Sudah di gigit orang lain, trus kakak gentian yang memakannya.

Dua, jangan makan dalam wadah satu piring, satu sendok makan, satu gelas.

Tiga, jangan sekali kali pakai baju yang sudah dipakai orang lain. Apalagi gantiannya dalam satu kamar ganti….:)

Empat, jangan sekali kali pakai handuk secara bersama sama.

Lima, jika kamu sakit sebaiknya jangan memakai alat makan bareng bareng. Tutup mulut dan hidung saat kamu batuk atau bersin, agar temanmu tidak ketularan.

Maafkan bunda, kak….kadang kadang bunda sering ceroboh. Ketika adek lagi sakit, kakak bergabung tempat minum dengan adek.
Bahkan ketika mandi, bunda suka lupa handuk adek yang mana dan handuk kakak yang mana :D

Bukan…..bukannya bersikap sok individualis, tapi memang sudah dijelaskan bagaimana bahayanya jika kita ber “rame rame” seperti itu.

Update :
Saat saya menulis post ini, dan masih dalam bentuk draft, saya baru saja mendiskusikan masalah “ rame rame “ ini dengan shasha. Paginya, shasha lupa bawa tempat minum ke sekolah. Biasanya, dia minta minum ke temannya. Minum dalam satu botol. Tapi pagi itu, dia bilang, “ nanti aku beli minum sendiri aja “.
Padahal, uang sakunya hanya cukup untuk beli minum sebotol. Itu berarti, dia rela nggak jajan agar dia nggak perlu minum satu botol bareng bareng temannya, karena diskusi semalam :D


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan-Jalan Nikmat di Kampung Turis

Waktu pertama kali dengar nama kampung turis, bayangan yang terlintas di benak adalah sebuah kampung yang banyak turisnya. Atau...sebuah tempat yang isinya menjual aneka jajanan berbau asing. Kayak di kampung cina, yang isinya macam-macam barang yang berbau kecinaan. Tapi ternyata saya salah. Kampung turis ternyata sebuah resto(tempat makan), tempat ngumpul bareng, tempat renang, tempat main anak, sekaligus tempat nginep. Bahasa gaulnya, Resort and Waterpark. Kampung Turis berlokasi di Kp. Parakan, desa Mekar Buana, kecamatan Tegal Waru-Loji, kab Karawang, Jawa barat. Jadi ceritanya, minggu pagi itu rencananya kami sekeluarga mau ke curug Cigentis. Di daerah Loji juga. Tapi berhubung pagi itu, saat mau berangkat mobil ngambek jadilah kami nunggu mobil pulang dari bengkel. Pulang dari bengkel sudah jam 11 siang. Kalau nggak jadi berangkat rasanya galau banget, kalau berangkat sepertinya tidak memungkinkan karena perjalanan dari rumah ke Loji saja sudah 2 jam. Kalau mau nekat ke curu

Tips Agar Kursus Online Bisa Efektif Ala Bunda Sha

Foto: www.pexel.com Akhir-akhirini, di media sosial banyak sekali kursus online. Kursus memasak, kursus menulis, kursus buat ini itu. Banyak sekali. Kursus-kursus itu juga dibanderol dengan harga yang cukup menggiurkan. Terjangkau banget untuk emak-emak seperti saya yang males keluar ikut kursus di luaran sana. Salah satu hal yang paling saya sukai ikut kursus online itu, nggak harus pergi-pergi, nggak harus macet-macetan, nggak harus ngatur gimana waktunya antara anak dan keluarga. Cukup duduk di rumah saja dapet ilmunya. Meskipun begitu, saya tetep harus memperhitungkan banyak hal dong ya, biar kursusnya tetep jadi ilmu yang bermanfaat nggak asal nyomot kursus. Dua bulanan ini, saya lagi ngebut ikut kursus. Selain karena butuh, juga karena harganya yang lagi murah meriah. Nah, sebelum memutuskan ikut kursus, biasanya saya mempertimbangkan dulu hal-hal di bawah ini: Kursus online yang sesuai passion Namanya juga emak-emak haus ilmu, kadang denger ada obralan kursus ya

Apa Itu Blogwalking?

Foto: www.Auliatravelmedan.com Bagi blogger yang sudah lama terjun di dunia blog, blogwalking tentu bukanlah hal yang asing lagi. Tapi bagi para blogger pemula, blogwalking adalah sesuatu hal yang baru. Sampai-sampai, kadang pada bingung. Bogwalking itu ngapain aja sih? Blogwalking bagi sebagian para blogging sering disebut dengan istilah BW. Adalah salah satu aktivitas seorang blogger berkunjung ke blog lain dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus sebagai ajang perkenalan untuk blognya. Jadi blogwalking itu baca postingan di blog orang lain trus komentar gitulah, intinya. Kenapa harus komentar? Ya biar pemilik blog yang kita kunjungi tau, siapa saja para pengunjung blognya. Blog siapa saja yang sudah beerduyun-duyun datang ke "rumah"nya. Emang kalau nggak komentar kenapa? Kalau kita nggak komentar, tentu pemilik blog nggak akan tau kalau kita sudah berkunjung ke blognya. Karena biasanya, kalau kita komentar, link URL blog atau google p