Langsung ke konten utama

Behind The Scene# Trip Sukabumi





Dalam setiap perjalanan, pasti ada sesuatu hal yang melatar belakanginya. Ada alasan, kenapa kita pergi kesuatu tempat, kenapa harus singgah di situ, dan kenapa-kenapa yang lain.
Awalnya, saya tidak pernah menyangka akan menginjakkan kaki di wilayah sukabumi. Kampung halaman orang lain. Kampung halaman sendiri aja hanya setahun sekali disambangi. Lha ini, sampai dibela-belain berangkat dini hari segala.

Kenapa begitu?

Okelah, kita mulai cerita dibalik layar nya ya…

Tujuan yang masih buram

Rencana jalan-jalan jauh sebenarnya udah tercetus sejak akhir tahun lalu. Saya dan suami ingin sekali melakukan traveling. Kalau bisa yang ada acara nginep-nginepnya, biar kita nggak mikirin pulang dan capek perjalanan. Kalau bisa, tempat yang kami kunjungi itu akan membuat anak-anak bahagia. Mereka menikmati acara jalan-jalan. Dan kalau bisa, yang murah dan melekat di hati. Pulang dari perjalanan, memiliki semangat hidup yang baru, ada hikmah dan pelajaran hidup yang bisa di petik. Baik untuk saya, anak anak maupun suami.

Rencana hanyalah rencana. Rencana jalan-jalan yang sudah dipikirkan sejak akhir tahun itu nyatanya sampai bulan april belum terlaksana. Saya sendiri belum memiliki gambaran mau pergi kemana dan kapan.

Maka, tatkala saya lihat kelender bulan mei dan terlihat jelas ada tanggal merah yang berjejeran dengan hari sabtu, mata saya langsung kedip kedip. Ada alarm yang berbunyi. Yess! Inilah saatnya jalan jalan! Ditambah lagi, anak-anak juga dalam kondisi sehat. Nggak ada yang baru sembuh dari sakit ataupun ada tanda-tanda mau sakit. Langsung saja saya utarakan niat itu ke pangeran abal-abal. Tanpa banyak nanya, dia pun langsung mengiyakan. Setujju!

Eits, tapi tunggu dulu…tanggal merahnya itu tanggal apa?
Saya cek lagi kalender. Dan ternyata, hari jumat tanggal merah itu tanggal 1 mei alias hari buruh sedunia! *jedarrr

Duh, Pangeran abal-abal kan masuk spesies buruh juga. Dan biasanya, dia ikut ngumpul bareng temennya ke Jakarta. Harapan sirna. Saya sudah pesimis rencana ini akan gagal. Tapi pas saya tanya tentang hal itu, ternyata ada kelonggaran. Bagi yang nggak ikut kumpul bisa bayar uang denda.

Okeeeh…lanjut…!

Empat hari sebelum tanggal merah, saya browsing sana sini nyari tujuan wisata yang akan kita sambangi. Sayangnya, dari beberapa travel blogger yang saya kunjungi tidak ada satupun yang bisa memberikan petunjuk. Paling-paling kalau acara nginep yang deket bekasi itu ya, ke puncak kalau mau yang adem alami. Tapi saya ogah ke puncak, macet!

Hari ke-tiga sampai hari ke-dua sebelum tanggal merah, tujuan yang mau di datangi masih abu abu. Berubah-ubah. Bahkan saya sampai bingung sendiri. Pangeran abal-abal tidak mau tau tujuannya kemana, yang penting jalan-jalan plus ada nginepnya. Susah!
k
Keputusan akhirnya diambil

Hari ke-1 sebelum keberangkatan…

Pagi-pagi, saya wa pangeran abal abal. Saya bilang kalau tujuan jalan-jalan besok ke kampung bamboo di daerah bogor, kalau nggak salah. Sebuah desa yang dijadikan tempat wisata. Dia mengiyakan dan bersedia menanyakan hotel yang ada di sana. Walaupun saya masih kurang sreg dengan tempatnya. H-1 itu saya belum persiapan apa-apa, baju aja belum pada disetrika. 

Lagi-lagi, saya berubah pikiran. Tujuan wisata yang saya pilih bukan lagi rumah bamboo melainkan pantai cibangban di sukabumi sana (((sukabumi))). 

Pangeran abal abal langsung manggil mbah google. Dan dari penelusuran sang pangeran didapatkan sebuah informasi, kalau pantai cibangban itu pantai yang cocok untuk menyepi dan semedi karena suasananya yang tenang. Selain itu, ombaknya pun tidak terlalu besar. Jadi anak-anak bisa main dengan tenang. Villa dan hotel juga banyak, dan tarifnya terjangkau. Sebuah deskripsi yang membuat saya langsung bongkar-bongkar baju dan memasukkannya ke dalam tas. 
Inilah tempat yang saya inginkan!

Keputusan akhirnya diambil. Palu diketokkan tiga kali ke kepala mbah google. Pantai Cibangban lah yang terpilih sebagai destinasi utama kami.

Yess! Akhirnya jalan-jalan……

Tunggu lanjutannya ya…..



Gambar diambil  dari sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan-Jalan Nikmat di Kampung Turis

Waktu pertama kali dengar nama kampung turis, bayangan yang terlintas di benak adalah sebuah kampung yang banyak turisnya. Atau...sebuah tempat yang isinya menjual aneka jajanan berbau asing. Kayak di kampung cina, yang isinya macam-macam barang yang berbau kecinaan. Tapi ternyata saya salah. Kampung turis ternyata sebuah resto(tempat makan), tempat ngumpul bareng, tempat renang, tempat main anak, sekaligus tempat nginep. Bahasa gaulnya, Resort and Waterpark. Kampung Turis berlokasi di Kp. Parakan, desa Mekar Buana, kecamatan Tegal Waru-Loji, kab Karawang, Jawa barat. Jadi ceritanya, minggu pagi itu rencananya kami sekeluarga mau ke curug Cigentis. Di daerah Loji juga. Tapi berhubung pagi itu, saat mau berangkat mobil ngambek jadilah kami nunggu mobil pulang dari bengkel. Pulang dari bengkel sudah jam 11 siang. Kalau nggak jadi berangkat rasanya galau banget, kalau berangkat sepertinya tidak memungkinkan karena perjalanan dari rumah ke Loji saja sudah 2 jam. Kalau mau nekat ke curu

Tips Agar Kursus Online Bisa Efektif Ala Bunda Sha

Foto: www.pexel.com Akhir-akhirini, di media sosial banyak sekali kursus online. Kursus memasak, kursus menulis, kursus buat ini itu. Banyak sekali. Kursus-kursus itu juga dibanderol dengan harga yang cukup menggiurkan. Terjangkau banget untuk emak-emak seperti saya yang males keluar ikut kursus di luaran sana. Salah satu hal yang paling saya sukai ikut kursus online itu, nggak harus pergi-pergi, nggak harus macet-macetan, nggak harus ngatur gimana waktunya antara anak dan keluarga. Cukup duduk di rumah saja dapet ilmunya. Meskipun begitu, saya tetep harus memperhitungkan banyak hal dong ya, biar kursusnya tetep jadi ilmu yang bermanfaat nggak asal nyomot kursus. Dua bulanan ini, saya lagi ngebut ikut kursus. Selain karena butuh, juga karena harganya yang lagi murah meriah. Nah, sebelum memutuskan ikut kursus, biasanya saya mempertimbangkan dulu hal-hal di bawah ini: Kursus online yang sesuai passion Namanya juga emak-emak haus ilmu, kadang denger ada obralan kursus ya

Apa Itu Blogwalking?

Foto: www.Auliatravelmedan.com Bagi blogger yang sudah lama terjun di dunia blog, blogwalking tentu bukanlah hal yang asing lagi. Tapi bagi para blogger pemula, blogwalking adalah sesuatu hal yang baru. Sampai-sampai, kadang pada bingung. Bogwalking itu ngapain aja sih? Blogwalking bagi sebagian para blogging sering disebut dengan istilah BW. Adalah salah satu aktivitas seorang blogger berkunjung ke blog lain dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus sebagai ajang perkenalan untuk blognya. Jadi blogwalking itu baca postingan di blog orang lain trus komentar gitulah, intinya. Kenapa harus komentar? Ya biar pemilik blog yang kita kunjungi tau, siapa saja para pengunjung blognya. Blog siapa saja yang sudah beerduyun-duyun datang ke "rumah"nya. Emang kalau nggak komentar kenapa? Kalau kita nggak komentar, tentu pemilik blog nggak akan tau kalau kita sudah berkunjung ke blognya. Karena biasanya, kalau kita komentar, link URL blog atau google p