Langsung ke konten utama

Tugas Berat


"Dek, bunda capek nih...kamu main sendiri dulu ya..." Mataku lesu, badan lemah. Rasanya udah nggak kuat ngegotong badan kemana-mana.

Dan saat itu, bira lagi strong strongnya mau maenan. Saya celingak celinguk nyari sesuatu untuk bisa di ajak mainan. Minimal ada yang bisa diajak ngomong. Tapi adanya cuma boneka beruang yang gendut badannya tapi bisu :(

Nggak berapa lama, saya nemu beberapa lembar origami warna warni sisa kakaknya semalam. Dan saya akhirnya punya ide cantik. Biar gak minta bantuan, saya kasih tugas aja dia nyobekin kertas. Tugas super gampang kan?

Akhirnya, saya sediain dia meja, kertas, lem. Jadi maksud saya, abis nyobekin kertas, kertas sobekannya itu ditempelin ke kertas hvs yang masih utuh.

Ngeliat saya nyiapin semua peralatannya, bira seneng banget. Lalu saya kasih tau "aturan mainnya". Beberapa saat kemudian, saya pun nyuruh bira melakukan apa yg sudah saya kasih tau. Huh...lega...emaknya gak menyia nyiakan kesempatan itu dong. Saat tuh anak sibuk, pengennya langsung selonjoran, terus megang hp.





Tapi ternyata, harapan tidak sesuai kenyataan. Bukannya anteng, 3 menit berikutnya dia malah rewel. Rewel karena ternyata dia susah sekali nyobekin kertasnya. Oalah mpok...nyobekin kertas itu ternyata susah ya?

Bira malah nangis meraung raung karna dia nggak sanggup nyobekin kertas. Dan mimpi saya untuk selonjoran sambil pegang hp pun sirna. Salah kasih kegiatan.

Pelajaran yang saya ambil dari kejadian ini adalah...

- Buat kita, nyobekin kertas itu sesuatu yang gampang, mudah, bahkan nggak pake tenaga buat ngelakuinnya. Tapi untuk anak kecil umur 2 tahun, nyobekin kertas bisa jadi tugas yang sangat berat.

- Anak kecil umur 2 tahun ternyata emang harus sering- sering disuruh nyobekin kertas biar tangannya tidak kaku.

Pantesan aja, beberapa anak play group yang sering saya tanyain ngapain aja di sekolah, menjawab kalau pelajarannya nyobekin kertas, nyiram kembang, naruh piring di tempat cucian piring. Dan anak anak play group itu seneng banget disuruh nyuci piringnya sendiri. Lah, kalau pelajarannya cuma gitu, ngapain sekolah bayar mahal mahal?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan-Jalan Nikmat di Kampung Turis

Waktu pertama kali dengar nama kampung turis, bayangan yang terlintas di benak adalah sebuah kampung yang banyak turisnya. Atau...sebuah tempat yang isinya menjual aneka jajanan berbau asing. Kayak di kampung cina, yang isinya macam-macam barang yang berbau kecinaan. Tapi ternyata saya salah. Kampung turis ternyata sebuah resto(tempat makan), tempat ngumpul bareng, tempat renang, tempat main anak, sekaligus tempat nginep. Bahasa gaulnya, Resort and Waterpark. Kampung Turis berlokasi di Kp. Parakan, desa Mekar Buana, kecamatan Tegal Waru-Loji, kab Karawang, Jawa barat. Jadi ceritanya, minggu pagi itu rencananya kami sekeluarga mau ke curug Cigentis. Di daerah Loji juga. Tapi berhubung pagi itu, saat mau berangkat mobil ngambek jadilah kami nunggu mobil pulang dari bengkel. Pulang dari bengkel sudah jam 11 siang. Kalau nggak jadi berangkat rasanya galau banget, kalau berangkat sepertinya tidak memungkinkan karena perjalanan dari rumah ke Loji saja sudah 2 jam. Kalau mau nekat ke curu

Tips Agar Kursus Online Bisa Efektif Ala Bunda Sha

Foto: www.pexel.com Akhir-akhirini, di media sosial banyak sekali kursus online. Kursus memasak, kursus menulis, kursus buat ini itu. Banyak sekali. Kursus-kursus itu juga dibanderol dengan harga yang cukup menggiurkan. Terjangkau banget untuk emak-emak seperti saya yang males keluar ikut kursus di luaran sana. Salah satu hal yang paling saya sukai ikut kursus online itu, nggak harus pergi-pergi, nggak harus macet-macetan, nggak harus ngatur gimana waktunya antara anak dan keluarga. Cukup duduk di rumah saja dapet ilmunya. Meskipun begitu, saya tetep harus memperhitungkan banyak hal dong ya, biar kursusnya tetep jadi ilmu yang bermanfaat nggak asal nyomot kursus. Dua bulanan ini, saya lagi ngebut ikut kursus. Selain karena butuh, juga karena harganya yang lagi murah meriah. Nah, sebelum memutuskan ikut kursus, biasanya saya mempertimbangkan dulu hal-hal di bawah ini: Kursus online yang sesuai passion Namanya juga emak-emak haus ilmu, kadang denger ada obralan kursus ya

Apa Itu Blogwalking?

Foto: www.Auliatravelmedan.com Bagi blogger yang sudah lama terjun di dunia blog, blogwalking tentu bukanlah hal yang asing lagi. Tapi bagi para blogger pemula, blogwalking adalah sesuatu hal yang baru. Sampai-sampai, kadang pada bingung. Bogwalking itu ngapain aja sih? Blogwalking bagi sebagian para blogging sering disebut dengan istilah BW. Adalah salah satu aktivitas seorang blogger berkunjung ke blog lain dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus sebagai ajang perkenalan untuk blognya. Jadi blogwalking itu baca postingan di blog orang lain trus komentar gitulah, intinya. Kenapa harus komentar? Ya biar pemilik blog yang kita kunjungi tau, siapa saja para pengunjung blognya. Blog siapa saja yang sudah beerduyun-duyun datang ke "rumah"nya. Emang kalau nggak komentar kenapa? Kalau kita nggak komentar, tentu pemilik blog nggak akan tau kalau kita sudah berkunjung ke blognya. Karena biasanya, kalau kita komentar, link URL blog atau google p