Langsung ke konten utama

Candi Jiwa, Candi di Tengah Persawahan


Kalau kemaren saya nulis pantai Samudra Baru yang ada di Karawang, sekarang saya mau nulis tentang Candi Jiwa. Masih di karawang juga, meskipun beda jalur kalau mau menuju ke dua tepat tersebut.

Saya datang ke Candi Jiwa ini waktu mau puasa kemarin. Sehari menjelang puasa lebih tepatnya, sekitaran bulan juni. Kenapa baru ditulis sekarang? tau ndirilah...yang punya blog ini kan emang pemalas. hahaha




Candi Jiwa

Candi jiwa, menurut sejarahnya adalah candi buddha. Terdiri dari batu bata yang di susun-susun. Sekilas seperti bangunan modern, kayak dibangun belum lama. Tapi konon katanya, candi ini udah diteliti sejak tahun 1984 ( belum lahir dong....) trus baru di pugar sekitar tahun 1996.

Konon sebelum dipugar, wilayah itu hanya berupa gundukan tanah yang mirip dengan bukit.

Nurut ceritanya nih...katanya jaman dulu, waktu banjir melanda daerah tersebut, warga sengaja menyelamatkan ternaknya ke atas gundukan tanah atau bukit tersebut. Tapi, setiap pagi selalu ada aja ternak yang mati. Mereka bilang ada jiwa yang hilang. Makanya, waktu dipugar candi itu dinamakan candi jiwa (ngrangkum dari penjelasan warga di sawah)

candi jiwa

Menurut ceritanya, candi ini dipakai orang-orang terdahulu untuk memuja roh dan kuburan. Segala fosil dan hasil temuan di area candi jiwa ini di simpan di museum nasional. Katanya, nanti bakalan di bangun tempat menyimpan fosil di dekat candinya. Jadi kayak museum kecil gitu. Wacananya sih, seperti itu.

Karena meskipun tepat ini hanya berupa candi yang mirip batu bata yang di tata, banyak dari para pelajar dan mahasiswa yang datang untuk kebutuhan penelitian. Jadi nggak sekedar datang trus foto-foto alay doang.

Candi jiwa ini berada di tengah persawahan lho...sekelilingnya di penuhi tanaman padi. Waktu kami ke sana, beberapa warga sedang hilir mudik ngangkutin hasil panen padinya.

Baunya....hmm segaaaar banget. Tinggal bawa rantang, gelar kain, trus makan siang sama lodeh tempe sambel walang sangit (Trus dicaci maki suami karna istrinya ternyata pemangsa walang sangit)

Candi jiwa ini, candinya sangat terawat. Warga sekitar juga kayaknya peduli banget sama yang namanya kebersihan. Daaaaaan...kalau ada yang coba-coba naik, langsung disemprit. Boleh masuk tapi tidak boleh terlalu dekat dengan candinya.

Di candi jiwa ini, meskipun bentuknya kayak bata yang di tata gitu, bukan berarti orang-orang boleh naik ke atas. masuk ke dalam area nya saja sebenernya kita nggak boleh. Kalau mau foto-foto harus dari luar pagar. Tapi waktu itu boleh masuk tapi tidak boleh terlalu dekat.

Karena candinya ini berada di area persawahan, jadi di dalam pagar nggak disemen, jadi agak becek. Meski becek tapi kelihatan rapi.

 Tapi bukan berarti juga kita becek-becekan di pinggir sawah ya...jalan menuju area candi ini udah disemen. Jadi nggak takut lumpur lagi.

Waktu kami ke sana, kebetulan nyampenya pas udah sore jadi nggak terlalu panas. Udaranya pun sejuk. Leyeh-leyeh di rumputnya sambil menikati angin semilir.

Tak jauh dari area candi jiwa ada candi blandongan. Bentuknya mirip, areanya juga lumayan dekat.

yang ini candi blandongan


Waktu kesana, pengunjung candi jiwa ini tidak banyak. Hanya sekitar lima pasang manusia. Nggak terlalu ramai.

Tiket masuk ke candi ini seikhlasnya lho... disediakan toilet gratis kalau ada yang kebelet pipis.

Di dekat area persawahan ini, ada pedagang kopi dan indomie kalau ada pengunjung yang kelaperan. Tapi kebanyakan yang jajan di situ mah, para petani yang kecapekan manggul padi. Sambil leyeh-leyeh, nyruput kopi...Tarik mang....goyang karawang#lho

Candi jiwa berada di pertengahan dua desa. Desa Segaran kecamatan Batujaya dan desa Telagajaya kecamatan Pakis jaya, Karawang, Jawa Barat.

Kalau mau ke sini, lebih baik sore hari. Karena selain bisa menikati bau padi, juga bisa berangan angan jadi juragan padi kayak saya ini.hahahha

sok-sok an jadi bos tanah dan padi

Eh...katanya bisa liat Sunset juga lho...

Mau nungguin Sunset sambil liatin padi???




Komentar

  1. candinya besar atau kecil, Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lumayan besar, mbak. Ada dua candi berdekatan. Nggak deket banget sih, tapi bisa dijangkau dengan jalan kaki.

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

terima kasih sudah komentar di blog ini. komentar insya Allah akan saya balas. Atau kunjungan balik ke blognya masing masing :)

Postingan populer dari blog ini

Jalan-Jalan Nikmat di Kampung Turis

Waktu pertama kali dengar nama kampung turis, bayangan yang terlintas di benak adalah sebuah kampung yang banyak turisnya. Atau...sebuah tempat yang isinya menjual aneka jajanan berbau asing. Kayak di kampung cina, yang isinya macam-macam barang yang berbau kecinaan. Tapi ternyata saya salah. Kampung turis ternyata sebuah resto(tempat makan), tempat ngumpul bareng, tempat renang, tempat main anak, sekaligus tempat nginep. Bahasa gaulnya, Resort and Waterpark. Kampung Turis berlokasi di Kp. Parakan, desa Mekar Buana, kecamatan Tegal Waru-Loji, kab Karawang, Jawa barat. Jadi ceritanya, minggu pagi itu rencananya kami sekeluarga mau ke curug Cigentis. Di daerah Loji juga. Tapi berhubung pagi itu, saat mau berangkat mobil ngambek jadilah kami nunggu mobil pulang dari bengkel. Pulang dari bengkel sudah jam 11 siang. Kalau nggak jadi berangkat rasanya galau banget, kalau berangkat sepertinya tidak memungkinkan karena perjalanan dari rumah ke Loji saja sudah 2 jam. Kalau mau nekat ke curu

Tips Agar Kursus Online Bisa Efektif Ala Bunda Sha

Foto: www.pexel.com Akhir-akhirini, di media sosial banyak sekali kursus online. Kursus memasak, kursus menulis, kursus buat ini itu. Banyak sekali. Kursus-kursus itu juga dibanderol dengan harga yang cukup menggiurkan. Terjangkau banget untuk emak-emak seperti saya yang males keluar ikut kursus di luaran sana. Salah satu hal yang paling saya sukai ikut kursus online itu, nggak harus pergi-pergi, nggak harus macet-macetan, nggak harus ngatur gimana waktunya antara anak dan keluarga. Cukup duduk di rumah saja dapet ilmunya. Meskipun begitu, saya tetep harus memperhitungkan banyak hal dong ya, biar kursusnya tetep jadi ilmu yang bermanfaat nggak asal nyomot kursus. Dua bulanan ini, saya lagi ngebut ikut kursus. Selain karena butuh, juga karena harganya yang lagi murah meriah. Nah, sebelum memutuskan ikut kursus, biasanya saya mempertimbangkan dulu hal-hal di bawah ini: Kursus online yang sesuai passion Namanya juga emak-emak haus ilmu, kadang denger ada obralan kursus ya

Apa Itu Blogwalking?

Foto: www.Auliatravelmedan.com Bagi blogger yang sudah lama terjun di dunia blog, blogwalking tentu bukanlah hal yang asing lagi. Tapi bagi para blogger pemula, blogwalking adalah sesuatu hal yang baru. Sampai-sampai, kadang pada bingung. Bogwalking itu ngapain aja sih? Blogwalking bagi sebagian para blogging sering disebut dengan istilah BW. Adalah salah satu aktivitas seorang blogger berkunjung ke blog lain dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus sebagai ajang perkenalan untuk blognya. Jadi blogwalking itu baca postingan di blog orang lain trus komentar gitulah, intinya. Kenapa harus komentar? Ya biar pemilik blog yang kita kunjungi tau, siapa saja para pengunjung blognya. Blog siapa saja yang sudah beerduyun-duyun datang ke "rumah"nya. Emang kalau nggak komentar kenapa? Kalau kita nggak komentar, tentu pemilik blog nggak akan tau kalau kita sudah berkunjung ke blognya. Karena biasanya, kalau kita komentar, link URL blog atau google p