Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

#WisatamurahJakarta: Dunia Serangga dan Aquarium Air Tawar taman Mini Indonesia Indah

Piknik melihat binatang adalah piknik yang paling disukai anak-anak. Jadi kalau sudah dibilangin mau lihat binatang, biasanya anak-anak jadi makin semangat berangkat pikniknya. Seperti piknik kami beberapa waktu yang lalu. Kami mengajak anak-anak ke aquarium air tawar yang ada di Taman Mini Indonesia Indah ini. kami memilih ke sini, karena selain tempatnya dekat dari rumah, juga tiketnya sangat terjangkau sekali. Tiket masuknya hanya segini ini nih. Murah kaaaaan... Murah banget. Itu aja anak-anak udah seneng. Nambah sepuluh ribu bisa nonton film 4D tentang dunia binatang. Pas kami masuk, pengunjung belum terlalu ramai. Kondisi di dalam juga sangat gelap. Lampunya minim dan banyak lika-likunya. Kalau cuma berempat, udah lah, saya pasti udah nggak fokus liatin ikannya. Tapi berhubung pengunjung sudah ada beberapa, jadi santai aja nggak panik di tempat gelap. salah satu jenis ikan yang ada di Aquarium air tawar Banyak ikan yang kami lihat di sana. semuanya ikan tair t

#wisatamurahJakarta : Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Taman Mini Indonesia Indah, Surganya Para Pecinta Sains

Masih ingat pelajaran sains di sekolah? Bagi sebagian orang, pelajaran ini adalah pelajaran yang menyenangkan, nggak bosenin, dan gampang. Tapi bagi saya...wak waw banget kalau sudah ngomongin sains. Sains adalah pelajaran yang nyusahin. Udah berjuang dengan segenap jiwa dan raga, nilainya masih saja pas-pas an. Pas nasibnya mujur dapet nilai gratisan. Wkwkwkwk Dua minggu yang lalu, kami menyempatkan diri untuk dateng ke Taman Mini Indonesia Indah. Di sana ada satu tempat yang isinya behubungan dengan tekhnologi. Nama tempatnya adalah Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi (Science Center). Atau biasa disebut PP-Iptek. Kami ke sana itu sebenernya bukan karena faktor kesengajaan sih, lebih ke faktor ngawur aja. Karena kami baru pertama kali ke Taman Mini, trus bingung mau masuk ke anjungan yang mana, akhirnya kami memutuskan untuk masuk ke PP-Iptek ini saja. Awalnya kami maju mundur aja mau beli tiketnya. Agak ragu, bagus nggak sih dalamnya? Kalau liat gedungnya yang

Seribu Harapan Bersama Blogger Perempuan

Membuat blog sudah lama sekali. Bahkan sudah mengganti domain berbayar sekitar setahunan yang lalu menjadi dot com. Tapi entah kenapa saya baru mendaftar jadi member di Blogger Perempuan kemaren waktu akan diadakan Blogger Perempuan 30day Challenge. Padahal sudah setahunan yang lalu juga mungkin, saya memfollow semua akunnya di media sosial, lho. Bahkan Founder Blogger Perempuan mbak Shintaries pun nggak asing lagi bagi saya. Sering ngintipin kegiatan mereka di Instagram. Kupikir, dengan memfollow akun media sosial Blogger Perempuan dan like di fb saja sudah cukup. Ternyata harus mendaftar dan mengisi data-data lagi ya...Tolong, maafkanlah kebodohan saya ini. Hiks. Dan kemarin, sayapun buru-buru ikut mendaftar jadi membernya. Udah ketar-ketir aja kalau nggak diterima jadi anggota. Ya kali, member durhaka seperti saya ini tidak layak untuk masuk. Hehe Blogger Perempuan di mata saya adalah sebuah komunitas yang berisikan cewek-cewek semua. Ya kan namanya juga ada perempuannya

Kebun Binatang Ragunan, Tempat Belajar dan Wisata Murah Meriah di Jakarta

Sekitar dua mingguan yang lalu, kami akhirnya pergi jalan-jalan lagi. Yey...tepuk tangan untuk diri sendiri. Akhirnya, setelah sekian lama tidak jalan-jalan karena disibukkan dengan berbagai macam urusan yang mendera, kami bisa ke luar kandang juga cari yang ijo-ijo buat difoto. Untuk pemanasan, kami pergi yang deket-deket aja untuk merasakan suasana nyasar sana-sini. Ngarep banget nyasar gitu, biar kayak perjalanan jauh:D. Rasanya Udah lama sekali nggak nyasar saat pergi-pergi, satu hal yang paling dirindukan kalau lagi jalan-jalan. Nah, kemarin kami memilih pergi ke Kebun Binatang Ragunan aja yang ada di Jakarta. Deket dari rumah, jadi nggak perlu lama-lama di perjalanan. Sebenernya kami sudah pernah ke sini dulu. Waktu itu Shabira masih bayi. Trus gendong-gendong ke sana kemari sambil jalan. Dan dianya juga belum ngerti betul kalau lihatin binatang. Kalau dikasih tau ini itu diem aja. Malah waktu itu, diajak foto sama ular juga nurut. Hahaha. Sekarang dia udah tahu binatang.

Review For Blogger, Kelas Online yang Tidak sekedar Belajar Membuat Review di Blog

Ngomongin kelas online sudah pada tahu kan kalau saya lagi banyak ikut kelas? Yup, sebulanan ini saya memang banyak ikut kelas online. Salah satunya kelas review for blogger yang dimentori oleh mbak  Widyanti Yuliandari . Awalnya saya agak ragu pengen ikut. Tapi pengeeeen banget. Secara kalau dilihat-lihat dari waktu yang saya miliki sebenernya sedikit banget. Harus ngurus rumah, persiapan ulangan anak, trus ditambah lagi ada kelas artikel dan antologi yang waktu itu saya ikuti juga. Pertanyaan besar untuk diri saya sendiri, "Waktunya bisa nggak, ya?" Menurut saya, blogger-blogger profesional atau para penulis terkenal itu nggak mau toleransi masalah waktu. Artinya, ketika ada tugas-tugas atau jadwal yang sudah disepakati biasanya ontime. Waktunya nggak bisa ditawar lagi. Padahal dalam sebuah kelas biasanya kan ada tugasnya juga. Pertanyaan lagi untuk diri saya sendiri, "Kira-kira bisa ngeerjain tugasnya tepat waktu nggak? bisa mengikuti kelasnya tepa

Apa Arti Nama Blogmu?

Setiap orang tua memberikan nama kepada anaknya dengan berbagai alasan. Ada yang sebagai pengingat sebuah moment tertentu, ada yang sebagai doa, ada yang biar gampang manggilnya. Ada yang namain anaknya dengan nama mantan biar kalau mimpi nyebut namanya nggak terdeteksi istrinya. hahaha Nah, selain ngasih nama anak, saya juga waktu itu agak pusing juga ngasih nama blog. Blog nya mau dikasih nama apa, ya? Kebetulan waktu itu saya sudah punya dua anak. Trus pengen punya blog yang isinya tentang mereka berdua. Kemudian, terbersitlah ide untuk menamai blog ini dengan nama" Sulis Sha" Kenapa namanya Sulis Sha? Sulis adalah nama sehari-hari saya. Jadi biar orang pada ngerti gitu, kalau yang nulis saya. Sedangkan "Sha" Adalah nama pertama kedua anak saya. Dua-duanya menggunakan awalan yang sama. Shabira Dan Shasha Jadi kalau diterjemahkan dalam bahasa tebakan, Sulis Sha bisa diartikan Sulis bundanya Shasha dan Shabira. Tujuan saya menggabungkan nama itu

Tema Blog Apa yang Disukai?

Tak terasa sudah hari ke-2 challenge di Blogger Perempuan. Sudah apa baru ya? Sambil ngerjain tugas di kelas review for blogger, sambil revisi kelas artikel, ditambah di rumah lagi ada yang rewel, mari curhat di blog dulu. Tema untuk #BPN30daychallenge di hari ke dua ini adalah tentang tema blog. Tema apa yang paling disukai? Ada banyak hal yang saya tulis di blog ini. Tapi jujur, tema yang paling saya sukai dan paling nyenengin ditulis itu tentang jalan-jalan. Buat saya, cerita jalan-jalan itu membahagiakan sekali ditulis. Apalagi, jika tempat wisata yang saya kunjungi itu tempatnya sepi nggak banyak pengunjung. Pasti gatel aja tangan pengen nulis. Tempat-tempat yang sepi itu kadang bukan karena tempatnya jelek, tapi bisa jadi juga karena memang banyak orang yang belum tahu. Dengan saya tulis di blog, saya berharap orang-orang mengenalinya dan berkunjung ke tempat itu. Biasanya yang saya kunjungi itu tempat-tempat yang bayar tiketnya murah, banyak drama nyasar sana s

[ Review ] Hp Oppo F9, Membuat Percaya Diri Pemiliknya

Saya bukan termasuk orang yang suka gonta-ganti hp. Hp yang saya beli lima tahun yang lalu pun sampai sekarang masih ada. Hanya layarnya retak di bagian tengah, itupun masih bisa dipakai. Cuma sayangnya, saya mulai gregetan sama hp itu karena memorinya hanya secuil trus cepet penuh. Apalagi kalau ada group baru di whatsaap, udah deh, bakalan emosi jiwa setiap saat karena nggak bisa di buka. Nah, bulan oktober kemaren suami nawarin saya untuk beli hp baru. Saya ditanya-tanya, kira-kira butuh hp yang kayak gimana? Saya mikir agak lama juga tentang ini. Tapi yang pasti, karena saya suka ngeblog, suka foto-foto untuk kelengkapan blog, trus ditambah lagi jempol saya yang udah mulai endut aja ini, saya butuh hp yang layarnya lebar. Trus memorinya lebih gede dari hp sebelumnya, truuuuus hp yang kameranya bagus dan yang penting harganya ramah di kantong. Karena suami tahu kebutuhan saya tersebut, saya di rekomendasikan untuk beli Oppo F9 saja. Karena menurut suami, selain hp nya ba

Kenapa Menulis di Blog?

Foto: www.canva.com Kalau ngomongin masalah blog yang saat ini kamu baca ini, rasanya nggak ada habisnya. Setiap nyeritain blog ini dari awal dibuat sampai sekarang rasanya gado-gado juga. Antara sedih, bahagia, dan entah perasaan apa bertumpuk jadi satu. Blog ini saya buat karena waktu itu saya lagi stress momong bayi yang nggak bisa diem, tidurnya sebentar, sering rewel, dan bikin mumet yang momong. Dalam kerempongan itu, saya sering baca tulisan emak-emak yang ada di internet tentang anaknya. Saya melihat tulisan emak-emak itu berisi tentang curhatan semua. Kadang ada solusi, kadang ya cuma cerita-cerita gitu doang. Tapi percayalah, membaca tulisan mereka itu membuat saya bahagia. Saya ternyata nggak sendiri. Walaupun dalam dunia yang nyata, saya memang momong sendirian di rumah. Tapi di dunia maya ternyata saya temennya banyak. Yang anaknya rempong nggak cuma saya sendiri. Di luar sana anaknya yang jauh lebih rempong ada. Dan mereka masih menyempatkan diri untuk menul

Tips Agar Kursus Online Bisa Efektif Ala Bunda Sha

Foto: www.pexel.com Akhir-akhirini, di media sosial banyak sekali kursus online. Kursus memasak, kursus menulis, kursus buat ini itu. Banyak sekali. Kursus-kursus itu juga dibanderol dengan harga yang cukup menggiurkan. Terjangkau banget untuk emak-emak seperti saya yang males keluar ikut kursus di luaran sana. Salah satu hal yang paling saya sukai ikut kursus online itu, nggak harus pergi-pergi, nggak harus macet-macetan, nggak harus ngatur gimana waktunya antara anak dan keluarga. Cukup duduk di rumah saja dapet ilmunya. Meskipun begitu, saya tetep harus memperhitungkan banyak hal dong ya, biar kursusnya tetep jadi ilmu yang bermanfaat nggak asal nyomot kursus. Dua bulanan ini, saya lagi ngebut ikut kursus. Selain karena butuh, juga karena harganya yang lagi murah meriah. Nah, sebelum memutuskan ikut kursus, biasanya saya mempertimbangkan dulu hal-hal di bawah ini: Kursus online yang sesuai passion Namanya juga emak-emak haus ilmu, kadang denger ada obralan kursus ya

Ngomongin Parkir, Yuk!

Foto: www.pixels.com Beberapa waktu yang lalu, saat saya jemput si kakak dari sekolah, dia bercerita. "Hari ini itu, hari yang aneh" Kata Si kakak. "Lho, emang aneh kenapa?" "Tadi pas di sekolah, ada mobil mau parkir tapi beloknya itu nggak kayak bunda gitu lho..." "Maksudnya?" "Kalau bunda sama yang lain kan, ngadepnya ke depan dia ngadepnya ke belakang" Saya senyum-senyum bayangin tampilan mobil yang parkir di tempat parkir sekolah itu. "Oh...trus?" "Trus ada lagi mobil parkir. Masa, parkirnya di kanan kiri jalan, trus mobil-mobil lain nggak bisa lewat, gitu." "Oh...Trus?" "Trus bunda tau nggak?" Saya masih mendengarkan ceritanya. "Ternyata... yang nyetir itu emak-emak semua, lho" Katanya dengan mimik heran. Sampai sini, suasana mendadak jadi hening. Saya udah nggak bisa ngomong "oh" sama "Terus" lagi. hiks. Maklum

Emak-emak Baru Belajar Al Quran?

Di hari ke-7 tantangan menulis ini, saya sebenernya sudah menyiapkan tulisan dengan tema serius. Tapi berhubung lagi malas baca bacaan yang banyak, saya putuskan untuk nulis curhat saja hari ini. Gak apa-apa kan, ya? yang penting kan nulis. Sekitar dua tahun yang lalu, saya dan beberapa tetangga sepakat mau nyari guru ngaji baca Al quran. Mengingat bacaan kami yang masih belum fasih benar. Malah, saya termasuk yang memang belum banyak belajar baca Al quran. Awalnya agak-agak sulit membagi waktunya. Karena waktu itu saya masih punya anak kecil yang masih rempong. Kalau belajar harus bawa bocil itu rasanya nggak enak. Mau baca bukunya direbutlah, mau nyuara ditutup mulutnya lah, dan masih banyak rintangan-rintangan lain yang menghalangi. Awalnya saya malu. Sedikit malu karena sudah tua baru belajar Al quran. Tapi rasa malu itu segera saya enyahkan begitu saja. Karena mumpung ada temannya belajar. Lagipula, nggak ada yang nyorakin ini. Walaupun pas saat-saat tertentu, ketika ada

Anak Susah Makan Sayur Dan Buah? Jangan Panik!

Foto ilustrasi anak susah makan sayur: (dok.net) Rasanya bukan cerita asing lagi jika anak menolak makan sayur dan buah. Beberapa ibu bahkan merasa stres melihat anaknya makan hanya dengan satu jenis lauk tertentu saja. Seorang saudara pernah cerita, bahwa beliau sungguh sangat sedih melihat anaknya setiap hari hanya makan dengan telur ceplok dan kecap saja.  Padahal, bisa dibilang keluarganya termasuk keluarga yang sangat berkecukupan. Tapi ya gitu deh, anaknya hanya mau makan dengan telor ceplok saja tiap hari. Boro-boro makan sayur, makan lauk lain saja tidak mau. Ibunya tidak tinggal diam, hampir setiap hari beliau membujuk-bujuk anaknya untuk makan sayuran dan buah. Tapi hasilnya, nihil.  Itu cerita salah seorang saudara. Tak jauh beda dengan ceritanya, beberapa teman juga sering mengeluhkan hal serupa. Anaknya susah sekali untuk diajak makan sayur. Maunya hanyak makan dengan lauk saja. Saya sendiri, termasuk orang tua yang tidak terlalu susah mengajak anak