Langsung ke konten utama

Ibu Rumah Tangga Buat Rekening Baru Itu Ribet, Persiapkan Kelengkapan Ini Agar Tidak Disuruh Pulang Petugas Bank!




Saya sebenernya malas sekali kalau disuruh buat rekening. Dari sejak nikah sampai seakarang udah mau hampir sepuluh tahun, baru sekali bikin rekening. Itupun udah terpaksa banget mau nyoba-nyoba. Karena dulu waktu itu untuk memenuhi persyaratan lomba nulis kalau nggak salah. Trus ujung-ujungnya nggak kepakai juga karena lomba nulisnya nggak menang:D

Nah, kemaren saya dengan sangat terpaksa harus bikin rekening lagi. Yang mana, ini juga karena terpaksa sebenernya. Gara-gara udah mulai nggak nyaman pakai Bank tertentu yang notabene lama banget ngurusin saldo berkurang tapi duit nggak keluar, saya akhirnya rela buka rek baru. Maklum, suami udah nggak sempet ngurusin masalah kayak gituan lagi. Jadi mau nggak mau saya yang harus jalan sendiri.

Maka jadilah saya meluncur ke Bank Mandiri syariah terdekat. Nggak deket juga sih, tapi lumayanlah gak jauh-jauh banget. Kenapa milih BSM? karena mau nyoba pakai Bank syariah. Biar ngerti bedanya apa sama Bank konvensional. Iseng banget emang alasannya.

Sampai di BSM, saya disambut oleh security. Eh, disambut sama tukang parkir dulu ding hehe.
Sama security langsung disuruh nyiapin data-datanya. Dan saya baru nyadar, kalau ternyata saya cuma bawa KTP sama KK doang. Boleh ambil antrian, tapi data-data harus komplit dulu. Suruh orang rumah kirim data-data nya lewat WA nggak apa-apa kok. Berhubung suami tak telp mau membantu ngasih info lewat WA, akhirnya saya ambil nomor antrian.
Nah, syarat-syaratnya apa aja?

1. KTP

KTP nya nggak boleh sembarangan KTP lho, harus sudah KTP elektronik dan beralamat di wilayah tempat BSM pembuatan rekening baru. Jadi kalau misalnya saya bikin rekening di BSM Cabang Bekasi, maka saya harus punya KTP elektronik yang beralamat di Bekasi juga. Kalau tidak, maka siap-siap pulang lagi untuk minta surat keterangan domisili dari ketua RT. Ribet ya?

2. Kartu KK

Kartu KK ini wajib bawa. Selain dipakai untuk menyalin no nya, juga buat ngecek nama suami dan orang tua segala. Ya kali, ada yang lupa nama orang tua atau tanggal lahir suaminya. Hmm

3. NPWP

Nah, ini nih yang bikin saya ribet. Berhubung saya ibu rumah tangga tulen, gak ada penghasilan tambahan apapun jadi sudah pasti males bikin NPWP. Buat apa? penghasilan juga cuma dikasih suami doang. Bahkan mungkin ibu-ibu yang punya penghasilan tambahan dari jualan-jualan aja belum tentu bikin NPWP. Ya,'kan? *Nyari temen

Tapi menurut petugas Bank nya, boleh kok pakai NPWP suami. Kalau suami nggak punya NPWP juga, bisa pakai NPWP siapapun yang menanggung biaya hidup kita. Entah bapak, ibu, kakek, anak juga boleh. Tapi punya pacar kayaknya nggak boleh deh:D

Ada beberapa orang tua yang waktu itu barengan mau bikin rekening, bingung juga mau ngisi no NPWP nya. Karena nggak ada saudara yang punya NPWP juga. Ribet banget ya, mau nabung aja. Kata petugas Bank, NPWP ini wajib bawa. Harus ada.

4. Data suami

Anggapan saya, kalau saya bikin rekening berarti yang ditanyain pasti data-data alamat lengkap saya. Eh, ternyata alamat suami juga harus lengkap banget lho. Mulai dari alamat rumah, kantor, sampai jabatan di perusahaan suami juga dibutuhkan. Waktu saya tanya kepetugas bank nya, "kok pakai data suami selengkap itu?"
Katanya biar kalau ada apa-apa suaminya bisa gampang dihubungi. Duh, bakalan tercyduk nih. Makanya jangan macem-macem sama suami, bikin rekening baru aja harus pakai data dia juga:D

Kalau data-data sudah komplit keangkut semua, tinggal ambil antrian trus ngisi formulir pengajuan buat bikin rekening baru. Mau bikin rekening aja, satu calon nasabah bisa menghabiskan waktu setengah jam-an. Jadi siap-siap deh, ngantri. Dan jangan lupa bawa kelengkapannya biar nggak disuruh pulang petugas Bank nya. Udah capek-capek ngantri, eh malah disuruh pulang balik. Nyesek banget 'kan?

Apakah semua bank syaratnya begitu?
Hampir semua bank data-data yang dibutuhkan sama. Dulu pernah bikin di bank BRI juga disuruh bawa ina ini itu kayak di atas. Jadi daripada disuruh pulang lagi mending siapkan dulu ya, gengs!

Selamat menabung...Eh, buat nabung kan, bukan buat persyaratan lomba? #ngaca







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan-Jalan Nikmat di Kampung Turis

Waktu pertama kali dengar nama kampung turis, bayangan yang terlintas di benak adalah sebuah kampung yang banyak turisnya. Atau...sebuah tempat yang isinya menjual aneka jajanan berbau asing. Kayak di kampung cina, yang isinya macam-macam barang yang berbau kecinaan. Tapi ternyata saya salah. Kampung turis ternyata sebuah resto(tempat makan), tempat ngumpul bareng, tempat renang, tempat main anak, sekaligus tempat nginep. Bahasa gaulnya, Resort and Waterpark. Kampung Turis berlokasi di Kp. Parakan, desa Mekar Buana, kecamatan Tegal Waru-Loji, kab Karawang, Jawa barat. Jadi ceritanya, minggu pagi itu rencananya kami sekeluarga mau ke curug Cigentis. Di daerah Loji juga. Tapi berhubung pagi itu, saat mau berangkat mobil ngambek jadilah kami nunggu mobil pulang dari bengkel. Pulang dari bengkel sudah jam 11 siang. Kalau nggak jadi berangkat rasanya galau banget, kalau berangkat sepertinya tidak memungkinkan karena perjalanan dari rumah ke Loji saja sudah 2 jam. Kalau mau nekat ke curu

Tips Agar Kursus Online Bisa Efektif Ala Bunda Sha

Foto: www.pexel.com Akhir-akhirini, di media sosial banyak sekali kursus online. Kursus memasak, kursus menulis, kursus buat ini itu. Banyak sekali. Kursus-kursus itu juga dibanderol dengan harga yang cukup menggiurkan. Terjangkau banget untuk emak-emak seperti saya yang males keluar ikut kursus di luaran sana. Salah satu hal yang paling saya sukai ikut kursus online itu, nggak harus pergi-pergi, nggak harus macet-macetan, nggak harus ngatur gimana waktunya antara anak dan keluarga. Cukup duduk di rumah saja dapet ilmunya. Meskipun begitu, saya tetep harus memperhitungkan banyak hal dong ya, biar kursusnya tetep jadi ilmu yang bermanfaat nggak asal nyomot kursus. Dua bulanan ini, saya lagi ngebut ikut kursus. Selain karena butuh, juga karena harganya yang lagi murah meriah. Nah, sebelum memutuskan ikut kursus, biasanya saya mempertimbangkan dulu hal-hal di bawah ini: Kursus online yang sesuai passion Namanya juga emak-emak haus ilmu, kadang denger ada obralan kursus ya

Apa Itu Blogwalking?

Foto: www.Auliatravelmedan.com Bagi blogger yang sudah lama terjun di dunia blog, blogwalking tentu bukanlah hal yang asing lagi. Tapi bagi para blogger pemula, blogwalking adalah sesuatu hal yang baru. Sampai-sampai, kadang pada bingung. Bogwalking itu ngapain aja sih? Blogwalking bagi sebagian para blogging sering disebut dengan istilah BW. Adalah salah satu aktivitas seorang blogger berkunjung ke blog lain dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus sebagai ajang perkenalan untuk blognya. Jadi blogwalking itu baca postingan di blog orang lain trus komentar gitulah, intinya. Kenapa harus komentar? Ya biar pemilik blog yang kita kunjungi tau, siapa saja para pengunjung blognya. Blog siapa saja yang sudah beerduyun-duyun datang ke "rumah"nya. Emang kalau nggak komentar kenapa? Kalau kita nggak komentar, tentu pemilik blog nggak akan tau kalau kita sudah berkunjung ke blognya. Karena biasanya, kalau kita komentar, link URL blog atau google p