Langsung ke konten utama

[ Review ] Hp Oppo F9, Membuat Percaya Diri Pemiliknya



Saya bukan termasuk orang yang suka gonta-ganti hp. Hp yang saya beli lima tahun yang lalu pun sampai sekarang masih ada. Hanya layarnya retak di bagian tengah, itupun masih bisa dipakai. Cuma sayangnya, saya mulai gregetan sama hp itu karena memorinya hanya secuil trus cepet penuh. Apalagi kalau ada group baru di whatsaap, udah deh, bakalan emosi jiwa setiap saat karena nggak bisa di buka.

Nah, bulan oktober kemaren suami nawarin saya untuk beli hp baru. Saya ditanya-tanya, kira-kira butuh hp yang kayak gimana?

Saya mikir agak lama juga tentang ini. Tapi yang pasti, karena saya suka ngeblog, suka foto-foto untuk kelengkapan blog, trus ditambah lagi jempol saya yang udah mulai endut aja ini, saya butuh hp yang layarnya lebar. Trus memorinya lebih gede dari hp sebelumnya, truuuuus hp yang kameranya bagus dan yang penting harganya ramah di kantong.

Karena suami tahu kebutuhan saya tersebut, saya di rekomendasikan untuk beli Oppo F9 saja. Karena menurut suami, selain hp nya baru keluar bulan Agustus kemarin, hp ini sesuai dengan yang saya butuhkan sekarang. Layarnya lebar, kameranya bagus, dan memorinya cukup besar. Meskipun bisa dibilang hp itu harganya lumayan, nggak enak juga sama yang nyari duit. Kata suami nggak apa-apa beli hp mahal, ntar gantinya 10 tahun lagi. Hahaha


Dijepret pakai hp jadul:)
Hp Oppo F9 sendiri mempunyai ukuran layar 6.3-inchi, trus hanya ada sedikit poni. Orang Oppo sih bilangnya raindrop water. Jadi kayak tetesan air hujan gitu, untuk tempat kamera. Kalau saya pribadi, layar oppo F9 ini cukup luas buat saya. Saya sering baca e-book di hp ini dan layarnya cukup jelas untuk baca-baca dan menulis. Nge-draft postingan juga gampang. Untuk edit gambar menggunakan canva juga cukup nyaman.

Untuk kamera, Oppo F9 ini mempunyai kamera dual 16mp dan 2mp di belakang. Kamera depannya 25mp. Kamera depannya lebih gede ketimbang yang belakang, ya. Sayang banget sebenernya, karena saya nggak suka selfie. Jadi yang sering kepakai cuma kamera belakang aja. Paling-paling dipakai buat video bocah-bocah kalau lagi main.

Nah, ngomongin masalah kamera Oppo F9 ini, untuk kamera depannya memang top buangggeeet. Apalagi kalau fitur AI Beauty nya dinyalain. Krim wajah anti aging bubar jalan. Bener-bener bening banget. Kalau hp yang belakang, kadang masih agak goyang gitu kalau objek yang difoto bergerak. Tapi sudah cukup bagus dan nggak malu-maluin lah kalau mau posting di Instagram.

Secara, kadang saya itu malu kalau mau share postingan blog di Instagram dengan foto yang tidak jelas antara gelap dan terang. Hehehe

Nah ini nih, hasil jepretannya




di dalam rumah

Di luar rumah dengan cahaya remang-remang

Pakai kamera depan. Tanpa AI beauty. Udah nggak kenal sama wajah sendiri.
Di dalam rumah


Selain layarnya lebar dan kameranya yang bagus, yang paling saya sukai dari Oppo F9 itu fitur VOOC Flash Chargernya. Apa itu VOOC Flash Charger? VOOC Flash Charger adalah fitur pengisian daya cepat.

Saya itu orangnya lupaan. Apalagi kalau nge-charge hp. Kadang tau-tau mati aja gitu. Padahal, terkadang bentar lagi mau mulai kelas berbayar. Udah deh, ribut minta ampun. Ujung-ujungnya nge-charge hp sambil online. Trus anakku teriak-teriak,"Bundaaaaa...hpnya matiin. Ntar rumahnya kebakaran lho"

Nah, sejak pakai Oppo F9 ini saya nggak pernah panik kalau hp lowbat. Karena nge-charge 10 menit saja udah sampai 40 persen. Nggak sampai se-jam battre sudah penuh lagi. Ini menolong banget, menurut saya.

Padahal waktu memutuskan membeli Oppo F9, saya sebenarnya tidak terlau tertarik dengan VOOC Flash Charger nya. Karena saya kan bukan traveler sejati yang jarang ketemu colokan. Hampir setiap hari di rumah dan bisa charge hp kapan saja. Eh, emak-emak ternyata juga butuh nge-charge cepet.

Trus apa yang membuat Oppo F9 ini membuat semakin percaya diri pemiliknya?

Pertama, dengan RAM 4gb dan media penyimpanan  64gb yang dimiliki oleh Oppo F9 ini membuat saya bisa leluasa bergabung di banyak group di Wa. Maklum, emak-emak haus ilmu sukanya ikut kelas online.  Biasanya kelasnya di adakan di group Wa. Nah, dengan adanya group-group itu, saya bisa belajar sepuasnya tanpa gangguan memori penuh. Emak makin pintar deh, kalau makin pinter jadi makin percaya diri kan?

Kedua, Kamera Oppo F9 yang kinclong abis itu membuat saya jadi sering posting di Instagram. Ya kan fotonya udah jelas gitu. Jadi perasaan malu yang dulu kumiliki untuk share postingan lenyap sudah. Kalau tulisannya baik, fotonya juga baik kenapa harus malu?

Ketiga, Tampilan Oppo F9 yang ramping membuat saya pede kalau mau motret pohon di pinggir jalan. Ya kan, saya emang sukanya foto pohon. Kadang gaya foto saya ditiru sama orang lain. Kenapa? Karena layarnya lebar banget, jadi kalau pas rame gitu ada yang ngintip layar hp saya. Trus doi ikutan foto pohon juga. hahahaha

Katanya, Oppo F9 ini licin di tangan. Tapi menurut saya, biasa aja nggak licin banget. Cuma emang cepet kotor. Apalagi kalau tangannya berminyak.

Trus gimana buat media sosial?

Sebulan ini saya belum pernah ngeluh sama Oppo F9. Ngacir aja. Foto di galeri sudah mencapai angka 400 lebih. Ada aplikasi ipusnas, ada canva, ada blogger, ada instagram, fb, twitter, murottal dll. Cuma emang hp saya nggak tak pakai buat main game. Jadi kalau ada yang nanya, gimana main game panas nggak? saya nggak bisa jawab.

Untuk battre, saya full bisa pakai dua hari satu malam. Kira-kira segitu. Nggak pernah sehari langsung habis, meskipun buat bikin draft postingan dll.

Untuk dengerin musik?

Udah deh, nggak usah dijelasin lagi. Suaranya jernih banget. Setiap hari saya nyetel murottal, kadang sampai setengah jam lebih tapi hp tetap nggak panas.

O,iya, foto-foto di atas saya jepret asal saja karena memang saya nggak terlalu ngerti sama teknik motret dan sebagainya. Jadi setelan di hp memang pakai auto. Mungkin kalau yang sudah mahir hasilnya bisa lebih bagus lagi ya...

Gimana? Udah tau kan gambaran tentang Oppo F9?

Saya beli hp ini di toko online. Harganya lebih murah 200rb dari harga offline. Mayan lah buat beli daster. Hahhaha

Jadi gimana, tertarik untuk beli sekarang?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan-Jalan Nikmat di Kampung Turis

Waktu pertama kali dengar nama kampung turis, bayangan yang terlintas di benak adalah sebuah kampung yang banyak turisnya. Atau...sebuah tempat yang isinya menjual aneka jajanan berbau asing. Kayak di kampung cina, yang isinya macam-macam barang yang berbau kecinaan. Tapi ternyata saya salah. Kampung turis ternyata sebuah resto(tempat makan), tempat ngumpul bareng, tempat renang, tempat main anak, sekaligus tempat nginep. Bahasa gaulnya, Resort and Waterpark. Kampung Turis berlokasi di Kp. Parakan, desa Mekar Buana, kecamatan Tegal Waru-Loji, kab Karawang, Jawa barat. Jadi ceritanya, minggu pagi itu rencananya kami sekeluarga mau ke curug Cigentis. Di daerah Loji juga. Tapi berhubung pagi itu, saat mau berangkat mobil ngambek jadilah kami nunggu mobil pulang dari bengkel. Pulang dari bengkel sudah jam 11 siang. Kalau nggak jadi berangkat rasanya galau banget, kalau berangkat sepertinya tidak memungkinkan karena perjalanan dari rumah ke Loji saja sudah 2 jam. Kalau mau nekat ke curu

Tips Agar Kursus Online Bisa Efektif Ala Bunda Sha

Foto: www.pexel.com Akhir-akhirini, di media sosial banyak sekali kursus online. Kursus memasak, kursus menulis, kursus buat ini itu. Banyak sekali. Kursus-kursus itu juga dibanderol dengan harga yang cukup menggiurkan. Terjangkau banget untuk emak-emak seperti saya yang males keluar ikut kursus di luaran sana. Salah satu hal yang paling saya sukai ikut kursus online itu, nggak harus pergi-pergi, nggak harus macet-macetan, nggak harus ngatur gimana waktunya antara anak dan keluarga. Cukup duduk di rumah saja dapet ilmunya. Meskipun begitu, saya tetep harus memperhitungkan banyak hal dong ya, biar kursusnya tetep jadi ilmu yang bermanfaat nggak asal nyomot kursus. Dua bulanan ini, saya lagi ngebut ikut kursus. Selain karena butuh, juga karena harganya yang lagi murah meriah. Nah, sebelum memutuskan ikut kursus, biasanya saya mempertimbangkan dulu hal-hal di bawah ini: Kursus online yang sesuai passion Namanya juga emak-emak haus ilmu, kadang denger ada obralan kursus ya

Apa Itu Blogwalking?

Foto: www.Auliatravelmedan.com Bagi blogger yang sudah lama terjun di dunia blog, blogwalking tentu bukanlah hal yang asing lagi. Tapi bagi para blogger pemula, blogwalking adalah sesuatu hal yang baru. Sampai-sampai, kadang pada bingung. Bogwalking itu ngapain aja sih? Blogwalking bagi sebagian para blogging sering disebut dengan istilah BW. Adalah salah satu aktivitas seorang blogger berkunjung ke blog lain dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus sebagai ajang perkenalan untuk blognya. Jadi blogwalking itu baca postingan di blog orang lain trus komentar gitulah, intinya. Kenapa harus komentar? Ya biar pemilik blog yang kita kunjungi tau, siapa saja para pengunjung blognya. Blog siapa saja yang sudah beerduyun-duyun datang ke "rumah"nya. Emang kalau nggak komentar kenapa? Kalau kita nggak komentar, tentu pemilik blog nggak akan tau kalau kita sudah berkunjung ke blognya. Karena biasanya, kalau kita komentar, link URL blog atau google p